Friday, November 20, 2015

Hati-hati Dalam Berkomunikasi


Dalam berkomunikasi penggunaan kata2 harus tepat dan tidak multi-penafsiran.

Contohnya :::

Seorang Lurah punya hobi pelihara burung. Jenisnya ber macam2.

Di suatu pagi, burungnya hilang semua. Merasa ulah si Maling udah keterlaluan, Pak Lurah berencana untuk membawa masalah tersebut ke acara pertemuan warga se Kelurahan.
...
Sekitar 200 warga hadir. Ada bapak bapak dan Ibu ibu. Pak Lurah pun memulai acaranya, dan setelah bicara panjang lebar soal moral... 

Pak Lurah bertanya :
"Siapa yang punya burung, berdiri..??"

Semua bapak bapak yang hadir segera berdiri.

Pak Lurah buru-buru berkata: "Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung ??"

Seluruh ibu ibu berdiri...

"Wah gawat" pikir Pak Lurah.Dengan muka merah dia berkata : "Maksud saya siapa yang pernah lihat burung bukan miliknya...??"

Separuh wanita berdiri..

Muka Pak Lurah makin merah dan merasa serba salah sehingga makin gugup. Segera berkata lagi :

"Maaf sekali lagi,, bukan ke arah situ pertanyaan saya. Maksud saya itu siapa yang pernah lihat burung saya?"

Segera 5 wanita berdiri...

Pak Lurah langsung lari pontang panting, karena Bu Lurah mengejar sambil membawa sapu lidi. 

Itu lah contoh bahaya salah persepsi dalam komunikasi...
  • Share:

0 komentar:

Post a Comment